7/16/13

Kencan Bersama 15 Mobil Eksotis di #ExoticCarSensation


Dear Auto Bild Indonesia,

Basically, I'm a big fan of Ferrari. Mungkin terdengar mainstream, seperti orang yang baru kenal dengan Exotic Car. Tapi, entah kenapa saya memang sangat tertarik dengan Ferrari. Bahkan saya selalu menggunakan Ferrari 355 Spider & Ferrari 550 Maranello di game NFS III - Hot Pursuit. =] Meskipun Jeremy Clarkson pernah mengatakan bahwa Ferrari membuat dunia exotic car menjadi membosankan,  tetap saja. Iya sih, memang mereka membuat F1 jadi membosankan karena didominasi oleh mereka selama hampir 5 tahun.

Anyway, setelah tau AB Indonesia menawarkan kesempatan buat masuk ke dalam #ExoticCarSensation, saya jadi tertarik buat ikutan. Apalagi, setelah saya liat line-upnya ternyata ada Ferrari FF & Ferrari California. Ngga cuma 1 Ferrari, tapi 2! Bisa dibilang, bisa masuk ke dalam Ferrari adalah impian saya sedari kecil. (Bukan saya sendiri sih, orang lain juga pasti pengen.) Cuma, sampe sekarang belum kesampean karena baru lulus SMK dan masih belom punya penghasilan sendiri. Lagian, saya bukan anak pengacara yang bisa beli Ferrari sebulan sekali. :p

Well, semoga saja AB Indonesia bisa mengabulkan salah satu permintaan kecil salah satu anak bangsa ini. Meskipun saya ngga bisa nyetir, jadi backseat driver pun saya pasti bakalan seneng banget. Yah, kapan lagi? Kali aja, setelah saya masuk ke Ferrari FF saya ketagihan terus malah milih karir jadi wartawan di bidang otomotif biar bisa nyobain lagi. Hehe

Thanks ya AB Indonesia! =))

Itu adalah e-mail yang gue kirim ke AB Indonesia buat ngedapetin kesempatan ikutan #ExoticCarSensation. #ExoticCarSensation adalah event tahunan Auto Bild Indonesia yang dimulai tahun 2012 kemarin, yang bertujuan untuk lebih mendekatkan sportscar & supercar kepada masyarakat luas. Line up #ExoticCarSensation tahun ini terdiri dari 15 mobil, yaitu Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo LP 560-4, Ferrari California, Ferrari FF, Abarth 695 Tributo Ferrari, Subaru BRZ, Subaru Impreza WRX STi, Mercedes-Benz SLK350, BMW M135i, BMW X6M, Honda CR-Z Mugen, Mazda Miata MX-5, Lotus Exige Cup 260, Mini Cooper S Coupe JCW, dan Range Rover Evoque. Kalian bisa bayangin bagaimana saat 15 mobil itu ada di jalan secara bersamaan? =)

Kalian bisa liat videonya disini.

15 mobil ini bernilai lebih dari 45 miliar rupiah, dan mempunyai total 5.627 daya kuda di balik bonnet. :o 

#ExoticCarSensation juga menawarkan kesempatan taxi-ride, dimana masyarakat bisa merasakan kekuatan supercar dan sportscar tersebut di bangku penumpang, tentunya dengan dampingan driver berpengalaman. 

FYI, berdasarkan celetukan salah satu kru, budget mereka untuk fuel saja mencapai sekitar Rp 20 - 30 juta hanya untuk 1 hari. Apabila dibagi per mobil, masing-masing akan mendapatkan budget sekitar Rp 2 - 3 juta. HANYA UNTUK FUEL ALIAS BAHAN BAKAR. :|

Acara dimulai sekitar jam 9 di Flavor Bliss, Alam Sutera. Diawali dengan briefing singkat mengenai rute pada etape pertama dan peraturan saat konvoi. Rute di etape pertama ini adalah Flavor Bliss - SPBU CoCo Kuningan, via Tol Merak - Tol Dalam Kota - Semanggi - Kuningan. Yang gue salut, para kru Auto Bild sangat ketat dalam urusan etika berlalu lintas. Walaupun dalam kondisi konvoi, mereka tetap berusaha menghormati pengguna jalan lain. There's no hazard use while on convoy, they use the lowlight or daytime running light instead using the hazard. :)

Oh iya, di etape pertama ini gue dapet bagian buat jalan bareng Subaru BRZ dulu. Buat yang belum tahu, Subaru BRZ itu adalah kembaran dari Toyota 86. Perbedaannya ada di bentuk grill, bentuk headlight dan sistem suspensi. First impression gue terhadap mobil ini adalah driving position-nya yang agak aneh. Emang ngga sempit sih, tapi kita harus agak berbaring di bangkunya. Udah gitu, hood-nya cukup panjang jadi agak susah buat memperkirakan jarak dengan mobil di depan.


Interior Subaru BRZ
Subaru BRZ adalah coupe 2+2 yang terinspirasi dari Toyota 2000GT, seperti terlihat dari hood-nya yang panjang dan low mounted seat. Dia juga terinspirasi dari AE86 dengan front-mounted boxer engine dan rear wheel drive configuration. Menggunakan mesin Subaru FA20, mesin naturally aspirated 4 silinder yang menggunakan layout horizontal opposed boxer. Rasio kompresi 12,5:1 dan menghasilkan tenaga hingga 200 HP di 7.000 RPM dan torsi hingga 205 Nm di 6.000 RPM. Konfigurasi boxer yang diletakkan sedemikian rupa menghasilkan weight distribution 53% di depan dan 47% di belakang. Posisi mesin yang sangat rendah juga mengakibatkan titik centre of gravity yang juga rendah, lebih rendah daripada Nissan GTR dan hanya berselisih 0.6 inci lebih tinggi daripada Lexus LF-A. Subaru BRZ menghasilkan top speed di 233 km/jam dan menuntaskan akselerasi 0-100 km/jam di 6.2 detik.



Buat etape pertama ini, gue ada di Subaru BRZ bareng mas Andy. He's a friendly person, really. Banyak yang gue omongin bareng, malah dia sempet nawarin buat ngelamar ke Auto Bild kalo emang hobi nulis soal otomotif. Pengen sih, tapi masih takut nih. m(_ _)m Mas Andy ini pernah ngetes Lamborghini Aventador langsung di Imola. Dia juga bilang, paling berkesan dengan Mazda 6, karena performanya bagus, nyaman, tapi iritnya ngga masuk akal. Silakan kalian bayangkan, sedan dengan mesin 2.5L bisa hampir menyamai konsumsi BBM dalam kota sebuah city car. Mazda bisa melakukannya dengan SKYACTIV, ngga sia-sia pengorbanan mereka buat R&D SKYACTIV. :))

Ada yang aneh. Lamborghini Aventador yang notabene adalah supercar cuma mau diisi Pertamax Plus yang oktannya 98, katanya bakal overheat kalo diisi pake Pertamina Racing oktan 100. Haha =)

Abis minum bensin (mobilnya), 15 mobil dengan total harga hampir diatas 25 milyar rupiah melanjutkan perjalanan ke etape 2. Etape 2 mempunyai rute SPBU CoCo - eX Plaza via Pancoran - SCBD - Semanggi  - Senayan - Sudirman - Bundaran HI. Kali ini gue ada di Mercedes-Benz SLK350 bareng mas Bimo. Ada yang lucu di etape ini. Saat rombongan seharusnya masuk ke area Plaza Senayan, tiba-tiba dari belakang, Lamborghini Gallardo warna merah muda yang dikemudikan oleh mas Dhany malah tancap gas dan malah mengarah ke Senayan City! =D Silahkan kalian bayangkan betapa konyolnya kejadian itu, dan saat itu si Pinky Gallardo seperti banteng yang kehilangan induk, terlihat seperti mencari rombongannya yang lain. =D


Agak awkward awalnya, karena mas Bimo ini agak pendiem. Tapi, setelah ngobrol, ternyata orangnya asik juga! =D Disini, kami lewat daerah SCBD. Disana, di deket Bengkel Cafe, ada sebuah terowongan. As we know, terowongan adalah sahabat bagi para car enthusiast yang ingin mendengarkan suara mobilnya. Nah, berhubung ini adalah kumpulan sportscar yang punya suara menggelegar, akhirnya diputuskan untuk bermain sebentar di terowongan itu. Rencana awal, cuma masuk 2 kali buat pemotretan dan main-main. Ternyata setelah putaran pertama, semuanya ketagihan dan minta nambah buat masuk ke terowongan itu lagi. Well, gue juga ketagihan sih. Suara yang dihasilkan oleh 15 sportcar itu emang AMAZING! Gue ngga bisa jelasin disini, tapi sampe sekarang gue masih sering senyum sendiri kaya orang gila kalo ngebayangin suaranya. :3

Sampai di eX Plaza, sekarang giliran driver & peserta yang dapet jatah makan. Sementara, para sportscar itu dengan pede mejeng di lobi dan beberapa slot parkir VIP. :p


Setelah para driver selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan di #ExoticCarSensation. Kali ini di etape ke-3, rutenya adalah eX Plaza menuju Cilandak Town Square, via Thamrin - Bundaran Indosat - Museum Nasional - Bundaran Indosat - Thamrin - Bunderan HI - Sudirman - SCBD - Sudirman - Blok M - Layang Antasari. Rutenya agak ribet ya? Ya inilah tujuan kami, bermain-main di jalanan Jakarta selama mungkin. :p Kali ini, gue ada diatas Subaru Impreza WRX STi bareng mas Susanto.


Nah, mas Susanto ini orangnya ramah banget. Dia termasuk wartawan senior di Auto Bild Indonesia, dia juga lumayan kaget pas gue jawab gue baca Auto Bild dari kelas 6 SD. Pas gue bilang gue juga baca Auto Expert, dia tambah kaget. Bisa-bisanya anak sekolah kaya gue baca Auto Expert. =D Sempet curhat juga betapa susahnya bikin artikel buat Auto Expert dibanding bikin artikel buat Auto Bild.

Buat yang belom tau, Auto Expert itu majalah keluaran Gramedia Majalah juga. Tapi, yang membedakan adalah segmen pembacanya. Disini, mereka seperti ini ingin mengangkat dunia otomotif dari perspektif yang berbeda. Ada unsur lifestyle, luxury, humanis, sejarah, dan lain lain. Ini cover Auto Expert edisi perdana. Mengangkat sejarah Honda Accord sebagai cerita utama.


Well, back to business.

Seperti biasa, konvoi 15 sportscar ini menarik perhatian pengguna jalan yang lainnya. Like a boss. B) Padahal ini cuma kumpulan orang-orang yang lagi jadi orang kaya seharian. :p

Tapi, bukan berarti perjalanan kali ini tanpa masalah. Masalah sempat menimpa si superstar dari rombongan, Lamborghini Aventador. Saat memasuki jalan TB Simatupang, tiba-tiba mesin dari si Aventador mati mendadak. Otomatis, mobil saya & mas Santo terpaksa menjaga mobil ini dari belakang sembari menyalakan lampu hazard tanda bahaya. Setelah mencoba sekitar 1 menit, akhirnya si Aventador mau menyala kembali.

Pas ditanya, driver-nya (Fitra Eri) ngomong sambil ketawa, "Tadi cuma sensor fault, ternyata mah ngga kenapa-napa..." Ebuset, nyantai banget. :| Kan serem juga kalo itu Aventador sampe rusak, tahun depan bisa-bisa ngga ada Lamborghini lagi di Exotic Car Sensation. --"

Well, di Citos cuma ada acara taxi-ride jadi gue bisa agak leluasa buat foto 15 mobil itu. Mau liat ngga? :p Silakan klik kesini! ^_^

Itu semua peserta di Exotic Car Sensation tahun ini. Lumayan beragam kan? Ada supercar, hot hatch, cabriolet, city car, bahkan ada high performance SUV. Di taxi-ride, kalian bisa nyobain semua mobil ini, tapi dengan disupiri oleh driver berpengalaman dan cuma berkeliling di area mall aja. Kalo pemenang yang ikut kontes di Twitter, bisa ikut trip dari start di Flavor Bliss sampai finish di Citos malamnya. Selain gue, ada 2 pembaca lagi yang menang. Tahun depan bakalan ada lagi lho, jadi siap-siap kalo mau ikutan! =D

Setelah rehat sejenak, waktunya melakukan etape keempat. Kali ini tujuannya adalah Patung Panahan Senayan. Rutenya Citos - Antasari - Semanggi - TVRI - Patung Panahan. Nothing special in this etape, karena gue masih bareng mas Susanto di Subaru Impreza WRX STi-nya. Kenapa gue bareng dia lagi? Kan masih banyak mobil yang lain? Alasannya simpel, selain mas Susanto ini emang enak banget buat ngobrol, Impreza itu mobil paling nyaman yang gue naikin hari itu. Posisi duduk normal, leg-room lega, bantingan ngga terlalu keras, apa lagi? :p

Di Patung Panahan Senayan, kebetulan ternyata ada komunitas Mercedes-Benz lagi ngumpul juga. Jadi lah rombongan kami langsung dikerubungi dan langsung menjadi pusat perhatian. Beberapa wartawan Auto Bild yang penasaran buat nyetir mobil-mobil ini, akhirnya dikasih kesempatan buat test beberapa mobil. Disini, semua kru emang cuma leyeh-leyeh sambil ngobrol ngalor ngidul kesana kemari. =D

Akhirnya, etape terakhir. Kembali ke Citos melalui rute yang sama seperti saat berangkat tadi. Oh iya, disini susunan mobil sudah ngga lengkap lagi. Ferrari FF, California, dan Abarth 695 harus pulang kandang karena waktu pinjamnya sudah habis. Dan Subaru BRZ juga dibawa pulang oleh mas Andy yang ijin untuk pulang duluan. Akhirnya, tersisa 11 mobil yang balik lagi ke Citos buat makan malam. And, it was my lucky day! Gue akhirnya ditawarin untuk berada di Pinky Gallardo bareng mas Dhany. Siapa sih yang nolak? Gue langsung mengiyakan ajakan tersebut. And, it was such an amazing experience! Ngga sembarangan orang bisa merasakan langsung akselerasi si Banteng Italia ini. Oke, gue masih suka nyengir kaya orang gila kalo inget saat-saat tersebut. X) Akselerasinya itu susah banget buat digambarin, WoW banget! Dan ternyata, ada yang unik dari transmisinya. Mobil ini ngga punya tongkat persneling yang biasanya ada di centre console. Untuk masuk ke gigi 1 dan naik gigi, tarik paddleshift sebelah kanan. Untuk turun gigi, tarik paddleshift sebelah kiri. Untuk kembali ke netral, tarik kedua paddleshift. Dan untuk mundur, pencet tombol (R) yang terletak di bagian kanan dari kemudi. Rada aneh ya? -_-"

Setelah makan malam, kebetulan mas Dhany berbaik hati dengan membuka forum diskusi dengan kami. Alhasil, kami banyak bertanya soal seputar otomotif, mulai cara mengemudi, soal teknis, bahkan curhat soal pengalaman di jalan masing-masing.

Ok, it was the end of my trip in #ExoticCarSensation. Tapi, ternyata gue masih diajak untuk balikin si Lamborghini Aventador dan Gallardo serta Lotus Exige ke ATPM-nya yang kebetulan ngga jauh dari Citos. Dan, ada Lotus Exige yang punya livery seperti mobil polisi POLRI yang warna coklat! Apa itu emang pesenannya POLRI? Cuma Lotus dan POLRI yang tau. :p

Dan perjalanan hari itu diakhiri dengan perjalanan pulang bareng mas Wahyu dan mas Bowo diatas BMW M135i. Masih sempet iseng nyoba mode Sport punya BMW di tol JORR yang lumayan sepi lagi. Di mode Sport, saat kita shifting itu ngga kerasa saking spontannya. Ada satu BMW yang diajak bermain sebentar dan akhirnya BMW itu kalah. :D

Yup. Akhirnya semua selesai. Gue kembali ke rumah, kembali ke kehidupan nyata, dengan menumpang sebagai backseat driver di Suzuki Carry 1000 warna merah alias angkot.

Btw, ada satu pesan yang pengen gue kasih tahu. Gue bisa ikutan kaya gini cuma dari nulis artikel. Dan gue kepilih. Pernah kebayang ngga? Cuma nulis lho. Ngga keluar uang sepeserpun. Menulis bisa jadi gerbang dari apa saja lho. Jadi, mulailah menulis! X)))

Oh iya, full story dari special test "Exotic Car Sensation" ini bisa kalian baca di Auto Bild Indonesia edisi 267 yang terbit tanggal 17 Juli, lho! =)

Keep chasing ur dreams, there's no impossible thing for God. =)

PS.
I will post more story from the Exotic Car Sensation. Please check it later here. ^^

Cheers from Aventador!