8/1/13

Two's Yer Lot

Melbourne 2007 dan hari yang cerah di dunia McLaren. Formula 1 superstar dan 2 kali juara dunia F1, Fernando Alonso sudah siap untuk gelar WDC ketiganya.
Bersamanya di dalam Mclaren MP4-22, ada rookie potensial binaan McLaren bernama Lewis Hamilton.
Bersiap untuk menjadi penantang serius WDC 2007, Fernando tidak berpikir akan ada masalah yang besar dari rekan setimnya yang masih muda itu.
Well, semuanya tidak berjalan dengan baik.
Langsung menerkam Alonso, Lewis menunjukkan betapa kecilnya respek dia kepada Alonso. Mengalahkan Alonso di race ketiga di Bahrain; mengkritisi tim tentang taktik dan menganggap tim pilih kasih - saat mereka 'mengijinkan' Alonso untuk memimpin one-two finish - di race kelima di Monte Carlo; mengamankan kemenangan pertamanya di race keenam di Kanada; dan mengalahkan the Spaniard setelah duel di ronde ketujuh di Indianapolis.
Tentu saja, setelah itu seperti ada kiamat kecil terjadi di Woking. Kemampuan dan kecepatan Hamilton membuat Alonso berang dan mulai menyalahkan tim. Alonso mengejutkan banyak orang atas perubahan sifatnya itu. Kepindahannya di akhir musim pun akhirnya menjadi anti-klimaks atas karirnya di McLaren.
Maju sedikit, sekarang Alonso memasuki tahap akhir dari karirnya di Formula One, Alonso pasti mempertanyakan dimanakah dia membuat keputusan yang salah selama karirnya.
Setelah tahun 2007 yang sangat brutal di McLaren, Alonso kembali menghadapi musim yang sangat buruk di Renault, tim yang pernah membawanya ke puncak kejayaan. Mekaniknya tidak suka terhadap Alonso dan Alonso pun sangat mengkritisi mobil Renault yang kala itu entah mengapa menjadi sangat tidak kompetitif. Selama 2 musim, Alonso dan Renault hanya bisa mengemas 2 kemenangan - salah satunya adalah Singapore 2008, yang terkenal karena kontroversi yang dihasilkan oleh rekan setimnya sendiri, Bruno Senna. Sangat memalukan untuk tim sekelas Renault yang dulu adalah penantang gelar juara konstruktor.
2010, dan harapan datang... Ferrari, oh, Ferrari. Pasangan yang seperti datang dari Surga, Spaniard yang sedang berapi-api membalap untuk superteam berdarah merah dari Italia.
Alonso kembali mengejar gelar juara dunia ketiganya.
Dekat, bahkan sangat dekat, tetapi secara mengejutkan taktik tim yang sangat buruk - dikombinasikan dengan Red Bull dan Sebastian Vettel yang sangat brilian - berkonspirasi untuk melawan Fernando. Dunia menjadi saksi sadisnya Vettel merebut gelar juara dunia dari Alonso di season finale, Abu Dhabi.

2011 dan Alonso kembali mengejar gelar juara dunia ketiganya...

Hampir tak ada kesempatan. RB7 rancangan Adrian Newey seperti mobil dengan tambahan roket yang legal dan tak terkejar & tersaingi, kembali membawa Vettel keatas podium lagi dan lagi.

2012 dan Alonso kembali mengejar gelar juara dunia ketiganya...

Same result, I'm afraid. Berkat kerja super duper keras dari RBR dan Vettel di paruh kedua musim, membuat Vettel bisa melewati keunggulan yang disimpan Alonso dari awal musim dan memenangi juara dunia pembalap sekali lagi.

2013 dan Alonso kembali... Ok, you know the rest!

Dengan kesempatan yang hampir tertutup untuk memenangi kejuaraan tahun ini, Fernando memancing rumor untuk mengemudi untuk tim lain dan hampir dipastikan itu adalah Red Bull Renault.

Fat chance. Apakah kalian pikir orang-orang cerdas seperti Mateschitz, Newey, dan Horner membiarkan seorang Latino temperamental berkepala panas melontarkan kemarahan ala Spanyol di sekeliling Red Bull yang sedang berbulan madu dengan kesuksesan?

Sebastian Vettel, dalam sebuah momen langka dalam F1 dimana dia berkata jujur, telah mengutarakan perasaannya dengan sangat jelas kepada BBC di GP Hungaria, hari Minggu lalu. Saat ditanya tentang pendapatnya apabila Fernando benar-benar menjadi teammate-nya musim depan, Vettel menjawab dengan sangat lugas. "I prefer Kimi" akan didengarkan oleh para pembeli jasanya di Salzburg dan Milton Keynes.

Red Bull tidak perlu memancing perang politik yang mungkin akan mereka dapatkan apabila mengontrak Alonso sebagai teammate dari Vettel.

Akan jauh lebih baik apabila RBR menolak Alonso secara halus, membiarkan karirnya tetap berjalan di Ferrari. Raikkonen akan lebih menyediakan dukungan yang lebih unggul untuk gelar juara dunia kelima berturut-turut Sebastian.

Akan sangat menyedihkan dan ironis bahwa Fernando - dalam waktu beberapa tahun - akan pensiun dari Formula One dan hanya membawa 2 gelar juara dunia (2005 dan 2006) ke kampung halaman.

Beberapa pilihan karir yang lebih bijaksana dan kepala dingin saat menghadapi tantangan intra tim sudah pasti akan membuat Alonso dilayani lebih baik dari saat sekarang.

Hindsight... It's a wonderful thing.

Lihat galeri foto dari Darren Heath di GP Hungaria, disini.

(Terjemahan bebas dari artikel Darren Heath. Artikel asli ada disini. All right reserved)