3/24/13

The Iceman's Back!



Selamat datang di Albert Park, Melbourne. 2013 Rolex Australian Grand Prix. Balapan pembuka dari kompetisi otomotif paling JOS GANDHOS dan CETAR MEMBAHANA di seluruh jagat raya, Formula One.

Kimi Raikkonen melakukan apa yang disebut “excellent driving” untuk memenangi GP Australia di Albert Park pada hari Minggu kemarin, yang sekaligus membulatkan catatan kemenangannya menjadi 20 race sepanjang karir. Kimi yang melakukan 1 stop lebih sedikit daripada rivalnya memulai balapan dari P7, tetapi E21 sepertinya terlihat lebih bersahabat dengan Pirelli spek 2013 kali ini.


Saat para tim mulai mendarat di Melbourne, cuaca terlihat sangat bersahabat alias cerah. Tapi, entah apa yang membuat Malaikat Mikail berubah pikiran untuk menurunkan hujan pada sesi FP2. Hujan yang turun sangat deras akhirnya membuat sesi qualifying hanya sempat berjalan untuk Q1. Akibat hujan deras dan kondisi trek yang sangat basah, akhirnya steward memutuskan untuk menunda sesi Q2 dan Q3 menjadi jam 7:00 pada race-day.

Akhirnya, Sebastian Vettel menandai musim baru 2013 dengan meraih pole dengan waktu 1:27,407. Red Bull mengunci front-row dengan kehadiran Mark Webber di P2 dengan waktu 1:27,827. Disusul dengan Lewis Hamiton di P3 yang membuat kejutan diatas Mercedes W04, dan Felipe Massa yang secara mengejutkan berhasil mengungguli team-matenya, Fernando Alonso di P4 & P5. Nico Rosberg, yang memimpin classification selama Q1 dan Q2, sayangnya hanya bisa meraih P6 di Q3. Surprisingly, McLaren hanya bisa menempatkan Jenson Button di P10. Bahkan, Sergio Perez harus rontok di Q2 dan hanya menempati posisi 15. Valteri Bottas memimpin deretan rookie di Melbourne di P16, lalu Esteban Gutierrez di P18, Jules Bianchi di P19, Max Chilton di P20, Giedo van der Garde di P21, dan Charles Pic di P22. Charles Pic yang mencatatkan waktu 1:50.626, lebih dari 107% waktu Sebastian Vettel, akhirnya diizinkan untuk start oleh race steward di P22.

Race dimulai pukul 17:00 waktu Melbourne. Nico Hulkenberg kembali ditimpa kesialan, dia tidak bisa ikut race karna fuel pump di Sauber C32nya tiba-tiba ngadat. Ini kali ketiga berturut-turut dia tidak bisa turun secara full di GP Australia. Red Bull diprediksi akan mendominasi jalannya lomba. Apa lacur, hanya Seb Vettel dan Hungry Heidi-nya yang bisa menunjukkan pace mumpuni. Mark Webber, yang kehilangan KERS selama 20 lap pertama, hanya bisa berkutik di mid-field dan finish di P6. Sedangkan, duo Ferrari, semuanya menunjukkan performa apik diatas F138 dengan finish di P2 untuk Alonso dan P4 untuk Massa. Terlebih Alonso yang dengan pintarnya memutuskan masuk lebih awal untuk stint kedua, dan mencoba menjaga pace agar Pirelli-nya tidak langsung aus. Hasilnya, dia berhasil melompati Vettel dan Massa yang sedang berada di depan. Massa, yang terlalu lama berada di trek, akhirnya berhasil diovertake oleh Sutil dan tertahan selama beberapa lap di belakangnya. Sutil sendiri sempat memimpin di P1 selama beberapa lap, sebelum akhirnya finish di P7 akibat degradasi ban super-soft yang tidak terduga. Besar kemungkinan, apabila Sutil memilih ban soft, bisa saja dia bertahan saat battle dengan Hamilton dan kemudian Webber.

Hamilton yang memulai debutnya dengan Mercedes, memutarbalikkan prediksi orang-orang yang menganggap dia tidak bisa berkutik di atas Mercedes W04. Dia finish di P5 setelah berkali-kali merepotkan kuartet Vettel, Alonso, Raikkonen, dan Massa. Sedangkan Nico Rosberg, terpaksa mengakhiri race di lap 26 setelah mengalami electrical failure di W04nya. Dari kubu Lotus Renault, Raikkonen sukses mempesona publik Australia dengan memenangkan GP Australia berkat strategi two-stopnya. Alonso maupun Vettel tidak bisa mengejar meskipun mereka berada di atas ban yang lebih fresh. Kimster kembali menegaskan posisinya di lap 56 dimana dia mencetak fastest lap, dan itu adalah lap ke 23 setelah dia melaksanakan pit-stopnya yang terakhir. Alonso seperti tau diri dan memilih bermain aman untuk P2, meskipun sempat hampir mengalami near-miss accident dengan Charles Pic yang berada di backmarker. Duo McLaren, sepertinya masih mengalami masalah dengan MP4-28. Terbukti dari Button dan Perez yang tidak bisa menembus front-runner saat race.

Akhirnya, Raikkonen memenangi GP Australia. Disusul oleh Alonso dan Vettel di P2 dan P3. Massa berhasil recovery dengan cepat dan finish di P4 disusul oleh Hammy di P5. Mark Webber berhasil finish di P6 setelah mengalami race yang cukup berat. Di P7 dan P8 ada Adrian Sutil dan Paul Di Resta dari Force India. Jenson Button menyelamatkan muka Martin Whitmarsh dengan finish di P9. Grosjean melengkapi top 10 dengan finish di P10.

Esteban Gutierrez dan Jules Bianchi menjadi pusat perhatian bagi rookie driver. Gutierrez dengan finish di P13, sedangkan Bianchi karena menciptakan 1 minute gap dengan team-matenya sendiri, Max Chilton. Ferrari sementara ini memimpin Constructor Championship, dengan Lotus berada di posisi kedua, dan Red Bull di posisi tiga.

Kemenangan Kimi Raikkonen di GP Australia 2013 membuat dia mempunya 20 race victory, setara dengan legenda McLaren yang juga berasal dari Finlandia, Mika Hakkinen.

We’ll wait for another great race at Sepang International Circuit, Malaysia. See ya! :))