4/15/16

Menentukan Arah


Meme diatas berasal dari dialog Han, salah satu drifter terbaik di Eastern Hemisphere di dalam serial Fast & Furious.

Saya pribadi setuju dengan hal tersebut. Hidup sebenarnya tersusun dari banyak pilihan, mirip seperti buku Choose Your Own Adventure. Semua pilihan yang kamu pilih akan bermuara ke akhir cerita yang berbeda pula. Tidak ada gunanya menyesal saat salah memilih, karena hidup tidak mempunyai tombol Undo seperti di Microsoft Office. Pertimbangan yang masak adalah solusi paling tepat.

Namun, bagaimana bila kamu dihadapkan dengan pilihan dimana semuanya sama-sama menguntungkan, tapi akan berpengaruh signifikan terhadap arah karirmu?

Seperti yang saya hadapi sekarang.

Singkat cerita, saya mendapat 2 opsi karir, both of them are too attractive to resist.

Kantor pertama, adalah tujuan satu-satunya saya untuk magang (tadinya). Nama kantor ini mungkin tidak terlalu terkenal di liga biro perjalanan Indonesia, karena pasarnya cukup niche. Yang menarik, kantor ini punya divisi tersendiri yang membidangi perjalanan wisata motorsport.

Yep, you read it right.

Berdasarkan informasi, perusahaan ini adalah yang pertama mendapatkan hak jual tiket Formula Satu di Indonesia secara eksklusif. Kebetulan pula, mereka membutuhkan seseorang yang passionate terhadap motorsport, tapi juga mempunyai kemampuan di bidang pariwisata untuk menunjang kegiatan bisnisnya. Faktor inilah yang membuat saya tertarik untuk bergabung. Walaupun salary tidak terlalu besar, siapa yang mau melewatkan kesempatan bekerja dengan passion? Tapi, tawaran ini bukan tanpa cacat. Prospek karir kedepan jadi salah satu faktor yang cukup menggoyahkan saya untuk mengambil tawaran ini.

Lalu, opsi kedua. HRD dari sebuah biro perjalanan milik CT Corp, tempat saya magang dahulu, tiba-tiba menghubungi saya. Katanya sedang ada recruitment, dan mereka tertarik untuk memakai jasa saya kembali. Karena sudah ada pengalaman sekitar 10 bulan di tempat itu, besar kemungkinan saya tidak perlu menjalani masa probation alias langsung diangkat menjadi karyawan. Saya pun sudah familiar dengan suasana kantor tersebut. Prospek karir dan penghasilan jangan ditanya, perusahaan ini adalah salah satu yang paling bagus.

Tapi, saya takut kantor ini malah menjadi comfort zone untuk saya. Saya dua kali masuk magang di kantor ini dan selalu sukses beradaptasi. Ada hal yang mengganjal saat semuanya terjadi terlalu mudah... Hidup tidak seru apabila tidak ada tantangan, iya kan?

So, guys, which one that I should take? Should I take the former, or the latter? Any suggestion will be highly appreciated.