3/20/16

Kaca's Idoling Diary: Rasanya Diwaro Member

Kata "waro" berasal dari bahasa Sunda yang artinya mengacuhkan atau diperhatikan. Sementara menurut Kamus Slang, waro berarti sebuah bentuk feedback dalam berbagai bentuk sikap yang diberikan oleh member idola (oshimen) mereka kepada fans. Bentuk sikap yang dimaksud bisa dalam arti dikenali wajah/disebut namanya/disapa/dan hal-hal sejenisnya.

Atau, istilah kerennya, ditilang member.

Mendapat waro adalah salah satu achievement tersendiri untuk para wota karena itu berarti dukungan mereka sudah diperhatikan oleh oshimen-nya. Selain itu, waro juga sering dipakai untuk ajang bragging antar wota, siapa yang lebih sering di-waro member kesayangannya. Hahaha.


Waro sendiri, menurut saya, sifatnya sama seperti hal-hal mistis atau gaib. Tidak bisa dipercaya, kecuali Anda sendiri yang merasakan.

Dulu saya termasuk orang yang skeptis dengan waro, karena menurut saya hampir tidak mungkin seorang idol bisa memperhatikan dengan seksama fanbase-nya yang sangat masif ini.

Pikiran saya berubah sejak kemarin, 19 Mar 2016, setelah akhirnya saya merasakan yang namanya di-waro.

TKP ada di handshake lane Ratu Vienny Fitrilya di sesi 2 pada acara Beginner HS Fest kemarin. Obrolan 10 detik itu terjadi kira-kira seperti ini:

S: "Hai, Vin! Cantik sekali hari ini!"
V: "Hai juga, ka! Ih, yang bener? Makasih lho!"
S: "Serius, haha"
V: "Ini kak Luthfi, ya?"
S: "Eh, kok tau? Btw, panggil aku Kaca aja." *mencoba menguasai diri* *sok cool* *padahal gesrek banget*
V: "Iya dong, tadi kan ngetwit mau mampir di sesi 2 katanya. Hehe"
S: "Oh iya..."
T: "Mas, udah ya.."
S: "Oke, Vin. Tunggu aku di theater, ya!
V: "Iya, kak. Makasih, ya! Dahhh!"

Remarks: S (Saya), V (Viny), T (Mas-mas timer). Hihi.

Ternyata twit ini penyebabnya. 






Things to note, ini adalah handshake saya yang pertama ke Viny. Nonton teater, apalagi. Dari 2 show tim KIII (tim dimana Viny bernaung) yang saya tonton, semuanya ada saat Viny absen. Huhu. Satu-satunya interaksi yang sering saya lakukan ya otomatis hanya di media sosial, ya kalo ngga di Twitter, Google+, atau blog pribadinya. Memang, beberapa kali komentar saya di blog dibalas oleh Viny. Tapi ya cuma sebatas itu. Ga pernah nyangka akan disapa langsung di handshake event.

Aftermath kejadian barusan, jangan ditanya. Saya ga bisa nahan buat senyum-senyum sendiri kalo lagi inget kejadian tersebut. Efek gesreknya mirip seperti diajak akselerasi naik Gallardo di Senayan atau 650S di SCBD, beberapa waktu lalu.

So... Saya pikir, perspektif saya terhadap waro sudah berubah seutuhnya. Bahwa cerita di fandom itu benar adanya. Ada beberapa member yang sangat memperhatikan fanbase-nya, baik secara individual atau komunitas. Dan salah satu member tersebut adalah Ratu Vienny Fitrilya.

Thank you, Vin.

Your new supporter,
-Kaca-