4/5/13

Team Order? No Way!

Too much drama.

Mungkin ungkapan itu yang paling cocok menggambarkan jalannya race GP Malaysia minggu lalu. Terlalu banyak peristiwa yang terjadi di trek Sepang kali ini. Walaupun kali ini cuaca tidak terlalu berpengaruh terhadap jalannya lomba, GP Malaysia sepertinya akan menjadi salah satu balapan yang paling memorable di musim 2013 ini.


Race dibuka dengan tergelincirnya beberapa pambalap karena trek yang lumayan basah saat warm-up lap, terutama di T3. Akhirnya, semua pembalap memilih untuk memakai ban intermediate untuk memulai balapan. Alonso melakukan start sensasional dan langsung menempel Vettel di P2. Sayangnya, di T3 Alonso gagal menjaga jarak dengan Vettel dan membuat front wing dari F138-nya sempat menempel di rear wing dari Hungry Heidi milik Vettel. Setelah bersentuhan, RB9 dan F138 tidak terlihat ada masalah. Tetapi, beberapa tikungan setelahnya, akhirnya terlihat front wing bagian kiri dari Alonso terlihat menggantung dan nyaris lepas dari dudukannya. Walaupun begitu, Alonso masih terlihat mampu mengimbangi Webber di back straight. Domenicali memerintahkan Alonso untuk bertahan sebentar di trek dan menunda penggantian front wing. Mengapa demikian? Domenicali berpikir bahwa trek akan segera mengering dan bisa segera mengganti ban ke slick tyre. Tapi, disitulah awal malapetaka terjadi. Ternyata, front wing dari F138 tidak bisa bertahan dan akhirnya melepaskan diri di main straight. Scuderia Ferrari harus membayar mahal keputusan tersebut. Alonso kehilangan steering control dari F138-nya dan akhirnya terjerembab di gravel trap T1.



Beberapa lap setelahnya, Vettel akhirnya masuk pit untuk mengganti ban menjadi slick tyre. Webber menjadi pimpinan lomba. Nasib kurang baik juga hinggap di Force India. Dua drivernya yang sedang berada pada pace yang sangat baik, terpaksa harus pensiun dari lomba lebih awal karena masalah pada wheel nut. Tingginya temperatur di Malaysia disinyalir menjadi penyebab masalah ini. Ada kejadian unik pada pit-stop window pertama, Hamilton yang sudah berseragam Mercedes GP membawa Merc W04-nya masuk ke pit-box McLaren Mercedes! What a shame, Lewis! Apa kamu belum bisa move on dari McLaren? Oke, kami paham. 14 tahun itu bukan waktu yang sebentar, pasti susah untuk meninggalkan pasanganmu yang sudah bersama selama itu. Ini video-nya untuk yang belum sempat melihat kekonyolan Hammy.



Well, on the top of that, masih ada headline lain yang lebih sensasional. Kalian sepertinya sudah tahu ya. Apa lagi kalo bukan persoalan team order yang dilakukan oleh Red Bull. Semua masalah ini berawal dari Vettel yang diduga tidak mematuhi team order yang sudah diinstruksikan oleh Christian Horner. 



Di video diatas, terlihat battle antara Webber dan Vettel. Disinyalir, Webber dan Vettel mendapat kode "Multi 21" atau kode untuk mempertahankan posisi untuk mengamankan poin. Webber mengikuti perintah, sedangkan Vettel tidak. Vettel beberapa kali berbicara via team radio, "get Webber out of my way! He's too slow!" Nah, akhirnya Vettel tidak tahan untuk berada di belakang Webber, dia akhirnya memutuskan untuk meng-overtake Webber dengan manuver yang kontroversial dan sangat berbahaya. Yah, khas Vettel, mengambil celah sempit antara pitwall dan Webber lalu melakukan late braking. T2 - T4 menjadi saksi bisu pertarungan 2 gladiator beda benua ini. Setelah dilewati oleh Vettel, Webber terlihat mengacungkan jari tengah kepada Vettel, tanda kekesalannya yang sepertinya sudah memuncak.

Team order juga dilakukan oleh Mercedes GP, ini diketahui setelah Rosberg meminta izin untuk melewati Hamilton tetapi direspon dengan "Negative! Negative!" oleh Ross Brawn. Bedanya, Rosberg kali ini mematuhi perintah bosnya. Akhirnya, podium diisi oleh Vettel, Webber, dan Hamilton.
 
Seperti terlihat, itu adalah podium ceremony paling awkward selama sejarah saya mengikuti Formula One. Tidak ada senyum, bahkan senyum yang dipaksakan sekalipun. Vettel terlihat muram. Webber terlihat menahan emosi. Hammy yang biasanya terlihat ceria, seperti kehilangan ciri khasnya itu.

Well, semua kacau karena Team Order. Meskipun FIA menyatakan team order halal sejak 2011, tetap saja bukan balapan seperti ini yang diinginkan para fans. Mereka menginginkan gladiator jagoan mereka bisa bertarung sampai akhir, bukannya malah menjaga jarak dan membuat konvoi. Tapi, di lain sisi, ini adalah salah satu strategi tim untuk tetap aman mengejar gelar. Sepertinya FIA harus membuat rule baru yang bisa memadukan kepentingan kedua belah pihak. Jadi, ada yang punya ide?