5/7/14

X6M

Buat para pria, kalian pasti punya mobil impian dari kecil. Sebuah mobil yang kalian impikan, dambakan, mungkin sampai ada yang punya die-castnya atau minimal poster untuk ditempel di kamar.

Sedari kecil, saya adalah penggemar Ferrari. Pencetusnya, ya apa lagi kalo bukan gara-gara kejayaan mereka di Formula One. 355 Spider, 550 Maranello, 360 Modena, Enzo, dan model lainnya mewarnai imajinasi saya saat kecil dulu.

Tapi, akhir-akhir ini saya mulai jatuh hati dengan BMW. Terutama dengan X6M.

Yup, gue mulai jatuh hati dengan X6M setelah acara Exotic Car Sensation tahun lalu. Saat itu, sebenarnya X6M tidak terlalu menarik perhatian. Bentuknya masih mirip dengan X6 standar, hanya berbeda di beberapa kit bodi dan velg.

But, when I saw it on the road, saya berubah pikiran. Dia sangat lincah, hampir sama lincahnya dengan sebuah Impreza. Pasti ada sesuatu yang tidak saya ketahui di dalam mobil ini.

Dari hasil riset dengan bantuan mbah Google, mobil ini ternyata sangatlah menarik. Absurd memang, tapi saya jatuh hati dengan X6M.

Ah, I love you.
X6M lahir dari buah pikiran M-Sport yang memutuskan untuk mengutak-atik line-up SUV dari BMW, disinyalir karena bosan menggarap sedan melulu. Atau takut kalah dengan AMG yang pernah mengutak-atik beberapa SUV dari Mercedes-Benz.

Voila. Jadilah X5M dan X6M.

M-Sport mengambil mesin 4.4 liter dari X6 standar, lalu menambahkannya dengan sepasang turbocharger. Hasilnya? Sebuah SUV berbobot sekitar 2.4 ton dengan 555 tenaga kuda dan torsi 680 Nm. Sebagai perbandingan, Aventador bertenaga 700 hp dan torsi 690 Nm. Anda belum tercengang? Baiklah, SUV ini mampu berakselerasi dari 0-100 dalam waktu 4.7 detik dan kecepatan puncaknya dibatasi sampai 250 km/jam. 4.7 detik adalah catatan fantastis untuk sebuah full-size SUV. Sebuah Gallardo LP 560-4 bisa melakukan akselerasi 0-100 dalam waktu 4.2 detik. Dan X6M hampir menyamainya. Oh iya, ini SUV 2.4 ton lho.

Dari luar, mobil ini mungkin tidak terlihat menarik apabila kalian membandingkannya dengan produk M lainnya, seperti M3 atau M5.  X6M terlihat seperti hatchback yang kelebihan berat badan alias obesitas. Kesan gemuk diperkuat dari beberapa garis bodi yang cenderung membulat.

Namun, jangan terlena dengan bentuk bodinya. Dengan torsi yang tersedia mulai putaran rendah, mobil ini bisa menjadi garang hanya dalam hitungan detik. Dan juga, selalu awasi speedometer Anda. Saking nyamannya, Anda tidak akan sadar sedang melaju di kecepatan 160 km/jam. Mengutip perkataan Fitra Eri, mobil ini mempunyai tenaga yang akan menyembur seperti tsunami yang tidak berkesudahan.

Saat melihat garis atapnya yang sangat menurun di bagian belakang, mungkin Anda berpikiran mobil ini mempunyai kabin yang sempit. Kenyataannya, tidak. Buktinya, saya yang bertinggi sekitar 175 cm masih bisa duduk dengan nyaman di kabin belakang. Kabinnya tidak membuat claustrophobic, tidak seperti sportscar lainnya. :')

Bagi saya, X6M adalah sportscar yang (nyaris) sempurna. Dia tidak terlalu mencolok di keramaian. Selain itu, dengan X6M Anda bisa menjadi seorang pembalap dan family man dalam waktu yang bersamaan. Buat apa mobil berkapasitas 5 orang hanya diisi 1 orang? Anda ingin membuat Jakarta tambah macet?

But still, everything got their price. BMW X6M bisa Anda bawa pulang cukup dengan menyediakan uang 2.4 miliar. Dan itu masih off-the-road. Konsumsi BBMnya pun terbilang boros (ya iya lah), sekitar 12 mil per galon.

Artikel ini terlihat seperti review mobil ya? Biarlah.

Yang penting, saya sudah jatuh cinta dengan X6M.

Sekian.