3/3/14

JKT48 (((Musim Panas Sounds Good))) Handshake Festival

Hari Minggu kemarin, 23/2, JKT48 kembali mengadakan event Individual Handshake yang ke-5 bertajuk “(((Musim Panas Sounds Good))) Handshake Festival”. Event kali ini mengambil tempat di Balai Kartini, tepatnya di Kartika Expo Center. Sebelumnya, nama Balai Kartini sudah sangat terkenal sering menjadi venue bagi beberapa event yang terhitung besar.


Setelah sebelumnya mengalami hari yang sangat melelahkan saat Fortune Cookie in Love Handshake Festival pada bulan November lalu, gue tidak berekspektasi terlalu banyak dengan event ini. Konsep acaranya masih sama seperti yang lalu, dengan menggabungkan unsur hiburan dan mengikutsertakan beberapa sponsor booth. Jadi, disaat para fans masih menunggu sesi handshake, mereka bisa menikmati pertunjukan di stage yang telah disediakan ataupun berkeliling dan berbelanja di sponsor booth yang telah disediakan.

Cukup banyak sponsor yang hadir di acara ini, mulai dari IM3 sebagai sponsor utama, lalu ada booth dari 90.8 OZ Radio Jakarta sebagai media partner. Beberapa sponsor lainnya juga hadir seperti Lawson, Waku Waku Japan, Lip Ice, Oxy, Yupi, Mie Sedaaap, dan lain-lain.

Gue sampai di venue sekitar pukul 10. Crowd belum terlalu banyak dan terlihat masih banyak persiapan yang dilakukan oleh panitia. My first impression for this event, they are improved their planning.

Crowd management sudah diperhitungkan dengan memisahkan antara stage dan line untuk handshake. Dari pintu masuk, stage ada di sebelah kiri dan handshake booth serta registration line ada di sebelah kanan. Untuk di bagian tengah, ada line penjualan CD dan penukaran online ticket. Line penjualan CD juga dibagi menjadi beberapa bagian, ada untuk current session dan upcoming session. Jadi, apabila sesi 1 sedang berjalan, yang ingin menambah tiket untuk sesi 1 bisa masuk ke barisan current session, sedangkan sesi 2-9 akan dilayani via upcoming session line.

Tapi, menurut Pitra, penukaran online ticket agak berantakan karena hanya tersedia 1 line dan tidak ada barcode reader yang bisa membaca barcode khusus yang ada di email pemesanan tiket online.

Karena gue hanya memegang tiket sesi 4 atas nama Jessica Veranda dan sesi 5 atas nama Saktia Oktapyani, akhirnya gue dan teman-teman beringsut menuju stage. Sesi 4 baru dimulai pukul 13.30 dan sesi 5 baru dimulai pukul 14.30, according to official schedule.

Acara dimulai tepat waktu. Stage dibuka oleh Lidya, Jeje, dan Sendy sebagai MC. Setelah itu, ada Valda menyusul. Dan penonton langsung disuguhkan game, Limbo Bar kalau tidak salah. Game-nya lumayan menyenangkan ditambah dengan komentar dari Jeje & Sendy yang agak-agak… (ya you know lah! XD) Setelah game, ada performance dari trio Defenders (Noella, Yona, Lidya) menyanyikan Himawari. It was a sublime performance! Dan itu kali pertama gue berani nge-chant tanpa malu :v Dan juga ada Acha yang melakukan sedikit stand-up comedy. I don’t care about her technique, if she’s funny, then she’s funny. I laughed so much, mostly by her unique voice. Sepertinya gue akan mempertimbangkan 1 tiket untuk Acha di HS selanjutnya. :D Good job, Cha!

Karena mulai pengap dan bertepatan dengan waktu shalat dzuhur, gue akhirnya memutuskan untuk ke masjid untuk mencari udara segar sekaligus mengistirahatkan kaki sejenak.

Keputusan untuk beristirahat sejenak ternyata sangat tepat, saat gue kembali ke venue jam 13.20, antrian untuk registrasi sudah mengular. Well, kondisi antrian sangat buruk. Kurang lebih sama kondisinya saat ngantri di halte TransJakarta, bedanya ini seperti terjebak di ruangan dengan oksigen yang kian menipis dan tidak ada aliran udara. Pengap. Gerah. Sauna gratis. That’s it.

Untungnya, antrian tidak tertunda terlalu lama. Sekitar pukul 13.45, tiket sudah berhasil diverifikasi dan gue sudah ada di depan booth Ve.

Oke, gue udah ada di depan penjaganya dan hey, mereka memegang stopwatch! Yup, setidaknya gue yakin waktu gue tidak akan dikorupsi.

Di dalam, gue cuma nanya kabar dan bilang soal photobook-nya. Gue menunjukkan foto favorit di photobook itu yang jadi wallpaper HP gue, and she responded it well. 10 detik lewat, dan gue cuma sempet ucapin good luck ke dia. Next event, gue kayanya akan beli tiket lebih dari 1 nih, Ve. :))

Btw, kali ini gue cuma dapet 1 stiker dari Ve. Padahal pas KFC dia ngasih 2 stiker. Ahahahah :3

Dan, guess what.... Ini adalah handshake gue yang ke-4 dengan Ve, dan gue belum pernah memperkenalkan diri ke dia. XD Pernah sih, di HS Yuuhi, tapi itu berakhir dengan tragis. XD

Gue ke stage dulu sebentar, ternyata ada gen 3 di atas panggung. Karena pengap, gue mengurungkan niat berlama-lama disana.

Singkat cerita, gue udah di antrian buat sesi 5. Suasananya sama dengan yang gue tulis di 7 paragraf sebelumnya.

Luckily, ternyata antrian Via di sesi 5 ini sepi. Sepi disini bukan berarti buruk ya, maksudnya tidak sepadat antrian yang lainnya. Padahal, gue udah siap-siap buat antri lama karena popularitas trainee mulai meningkat akhir-akhir ini.

Ya sudah lah, berarti gue bisa agak nyaman antrinya. Di dalam booth, (bodohnya) gue sempet nge-blank. Kebiasaan, saat gue mau ngenalin diri, kadar grogi gue selalu diatas rata-rata. Via ternyata ngga inget sama gue. Ya iya lah, gue terakhir nonton dia itu pas teater 4 September tahun lalu, wajar aja kalo dia ngga inget sama gue. xD

Anyway, untungnya gue sempet bilang salam dari temen masa SMA-nya. FYI, gue udah penasaran untuk HS sama Via sejak Yuuhi. Dan baru bisa terbayar sekarang! XD Tapi, ini bukan HS terakhir kok. Next event, gue pasti beli buat Via lagi. :))))

Oh iya, Via ngasih 2 stiker. Lumayan. :3
Well, secara keseluruhan event ini sangat (amat) menyenangkan. Dan, efek giting kavvaii kali ini terasa lebih dahsyat. Curcol dikit, biasanya H+1 setelah HS event gue akan kembali ke dunia nyata secara sangat cepat. Tapi, untuk kali ini gue gagal. H+1, gue sampe telat masuk kelas pagi dan sepanjang kelas ngga fokus dengerin dosen. Apa ini tanda-tanda gue sudah #TerjerumusTerlaluDalam? :))))

Tapi, yang sangat amat gue sayangkan adalah kebersihannya. Honestly, I am not fully blamed the officials for this, but please provide some trash bin around the venue. Inisiatif fans untuk menjaga kebersihan juga sangat sedikit. Hasilnya, banyak sekali sampah berserakan, terutama di area sekitar stage.

Dan, yang bikin malu lagi, ada beberapa orang Jepang yang akhirnya dengan sukarela memungut sampah yang berserakan. Shame on you, Indonesians. Sebegitu susahnya ya menaruh sampah kalian di tas sebelum ketemu tempat sampah?

Anyway, manusia tidak akan pernah puas, kan? Ada saja celah buat dikritik. Buat gue, JOT sudah melakukan banyak perbaikan di sana-sini. Good job! Gue ngga sabar untuk ikut di HS event selanjutnya! ^^